Senin, 05 Mei 2014

Mengapa Bumi Mengelilingi Matahari

Tata surya kita terdiri dari satu bintang bernama matahari, bersama dengan delapan planet yang setia mengelilinginya. diantara delapan planet itu terdapat sebuah planet tempat kita tinggal. ya! planet itu biasa kita sebut BUMI. Mengapa Planet Bumi mengelilingi Matahari? Padahal ada jutaan bintang-bintang di alam semesta ini. Kenapa Planet Bumi tidak pergi ikut bintang lain saja?

Pernahkan olehmu terpikir pertanyaan semacam itu? Mungkin kamu tergelitik dengan pertanyaan itu ketika melihat bintang berkelap kelip di langit malam. Yaps, alam semesta memang mempunyai banyak bintang. Jumlahnya mencapai milyaran.

Kenapa Planet Bumi dan planet lain tidak bisa jalan-jalan ke bintang lain, ya? Kenapa planet di Tata Surya tidak pindah mengelilingi bintang tetangga? Hmm, penyebabnya adalah karena Matahari mempunyai gravitasi atau gaya tarik yang sangat besar. Artinya, Matahari selalu berusaha menarik Planet Bumi agar jatuh ke Matahari. Uniknya, Planet Bumi juga berusaha mempertahankan diri agar tidak jatuh tertelan Matahari. planet-planet terkunci mengelilingi Matahari karena gaya tarik Matahari sangat besar. 

Planet Bumi bisa bertahan tidak ditelan Matahari karena Planet Bumi mempunyai massa dan kecepatan. Planet Bumi selalu berlari mengelilingi Matahari supaya tidak ditelan gaya tarik Matahari. sebenarnya arah pergerakan planet bumi tidaklah melingkat, tapi memiliki lintasan beruapa garis lurus, gaya tarik mataharilah yang menyebabkan bumi terus bergerak mengitari matahari. 

Wah, jika Planet Bumi berhenti bergerak, maka Planet Bumi akan ditarik dan ditelan Matahari. Gaya tarik Matahari ini juga menyebabkan Planet Bumi tidak bisa meninggalkan Matahari. Planet Bumi seperti terkunci pada Matahari.

Nah, seandainya Planet Bumi malas-malasan berlari, maka Planet Bumi akan ditelan Matahari. Seram, ya!

Ikan Yang "Tak" Pernah Tidur

zzz....zzzz....zzzzz...

Pernahkah kamu melihat ikan tidur telelap? benarkah ikan tak pernah tidur? sewaktu tidur ikan memang tidak seperti makhluk lainnya, itu karena ikan tak memiliki kelopak mata, sehingga kita sulit untuk mengetahui apakah si ikan sedang tidur atau melamun, eh. 

Waktu tidur kadang ikan tidak benar-benar terlelap. Ikan masih setengah sadar, ini merupakan mekanisme alami pertahanan diri, mereka tetap waspada pada pemangsa meskipun dalam keadaan tidur. saking waspadanya, riak air kecilpun dapat membangunkan mereka. Saat tidur posisinya juga macam-macam, ada yang menelusup ke lubang persembunyiannya, ada yg tidur namun tetap bergerak perlahan, ada juga yang benar-benar diam, kayak patung. ada juga yang melayang-layang seperti ikan mabuk atau mati.
Sama juga seperti kita ada ikan yang tidur siang hari, juga waktu malam. 

Eh, jika ikan bisa tidur pulas, kira-kira apakah mereka juga mengalami mimpi? kira-kira mimpinya gimana ya? 

sumber gambar : inilah.com

Rabu, 07 Maret 2012

Gen Pengontrol Tidur



“Ketika malam tiba, tubuh kita menjadi lelah dan mengantuk” adalah kondisi yang kita lihat di permukaan. Tetapi di belakang layar, rangkaian mekanisme kompleks pada tingkat molekuler, dikendalikan oleh gen-gen kita, bekerja keras untuk mewujudkan kondisi “mengantuk”.

Tulisan ini semoga menjadi informasi berguna untuk mereka yang tertarik pada “kantuk”, terutama para insomnia mania.

Saat ini, peneliti telah berhasil mengidentifikasi sebuah gen bernama Insomniac, yang berperan dalam kondisi “mengantuk” dengan menggunakan sistem model pada lalat buah (Drosophila melanogaster). Dalam biologi molekuler hewan, sistem model yang paling sering digunakan adalah lalat buah, sedangkan pada tanaman menggunakan Arabidopsis thaliana. Adalah Nicholas Stavropoulus, seorang post-doc, dan Michael W. Young, Profesor di Richard and Jean Fisher dan Kepala Laboratorium Genetik di Rockefeller University yang telah melakukan skrining genetik pada lebih dari 21000 lalat buah.

Dengan menggunakan sinar inframerah untuk mendeteksi ketika lalat tertidur, mereka menemukan bahwa mutasi pada gen insomniac berhubungan dengan penurunan dramatis jumlah waktu tidur. Lalat buah normal tidur dengan rata-rata waktu 927 menit per hari, sedangkan lalat buah dengan mutasi gen insomniac hanya 317 menit per hari. Lalat termutasi juga tidur dalam frekuensi bangun lebih sering.

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa gen Insomniac berperan dalam menciptakan kondisi tidur dan menjaga durasi waktu tidur pada lalat buah. Yang lebih menarik bagi para ahli biologi molekuler hewan adalah bahwa gen tersebut mungkin bekerja melalui mekanisme homeostasis. Berbeda dengan studi selama ini yang menghubungkan tidur dengan jam biologis (cicardian clock). Artinya, gen tersebut bekerja bukan berdasarkan waktu akan tetapi berdasarkan kebutuhan tubuh (homeostasis adalah sistem yang menjaga tubuh tetap stabil, dlm keseimbangan kebutuhan).

Secara molekuler, peneliti percaya bahwa Insomniac bekerja melalui serangkaian degradasi protein yang melibatkan kompleks bernama Cul3 (salah satu dari famili protein degradasi). Sebagaimana kita ketahui, proses degradasi protein sangat penting untuk tubuh dalam menjaga homeostasis). Jika hasil tersebut benar, maka inilah untuk pertama kalinya diketahui bahwa kondisi tidur berhubungan dengan degradasi protein.

Peneliti juga mencari hubungan antara tidur dan masa hidup. Lalat dengan mutasi gen insomniac hidup hanya 3/4 masa hidup lalat normal. Akan tetapi ketika peneliti menghilangkan gen tersebut pada sistem syaraf (neuron), lalat tersebut tidur tetap kurang dari lalat normal namun memiliki masa hidup yang sama. Penemuan ini berarti bahwa gen Insomniac kemungkinan besar berperan dalam pengaturan tidur mempengaruhi gen lain yang berperan dalam pengaturan masa hidup. Ketika gen Insomniac dihilangkan, gen masa hidup tetap berfungsi normal.

Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa kekurangan tidur kemungkinan besar tidak mengurangi masa hidup. Kalimat sebelum ini mungkin membuat bersorak para insomnia.

Tidur adalah perilaku dan kebutuhan dasar pada semua hewan. Secara umum diketahui bahwa tidur merupakan mekanisme recharging otak dan penyimpanan memori jangka panjang. Sistem kardiovaskular juga mendapatkan sedikit break ketika kita tidur. Selama tidur, tubuh mendapatkan pula kesempatan untuk memperbaiki jaringan otot dan sel mati. Pada anak-anak dan orang dewasa, hormon pertumbuhan diketahui dilepaskan selama kita tidur.

Hasil penelitian diatas mengenai gen Insomniac memberikan beberapa petunjuk mengenai bagaimana tidur diatur pada tingkat molekuler dan dapat berguna untuk memahami masalah terkait tidur (penyakit, dsb).

Sumber wacana :

Stavropoulos N, Young Michael W (2011) insomniac and Cullin-3 Regulate Sleep and Wakefulness in Drosophila. Neuron 72: 964-976. DOI:10.1016/j.neuron.2011.12.003

Web article 1

Web article 2

Sumber gambar : newsfox.in dan netsains.com

Sabtu, 13 Agustus 2011

CO, The Silent Killer



Netsains.Com – Pernah mendengar berita tentang kematian di dalam mobil tanpa adanya bekas tindak kejahatan,, beberapa diantaranya disebabkan oleh gas CO (karbon monoksida) yang dihirup oleh para korban. Gas CO dikenal dengan sebutan ‘the silent killer’, karena sifatnya yang sangat berbau, beracun, tidak berwarna, dan tidak berasa. Orang yang tidak sengaja menghirup gas CO ini, tidak akan mengalami kesadaran bahwa mereka dalam bahaya dan menyebabkan timbulnya rasa kantuk yang sangat. Gas CO ini berasal dari pembakaran yang tidak sempurna dari gas alam dan material lain yang mengandung unsure karbon. Keberadaan gas ini sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia, karena gas CO akan menggantikan oksigen yang berikatan dengan Hb dalam darah. Ikatan yang terbentuk antara Hb – CO ini lebih kuat 200 kali daripada ikatan Hb – O.

Akibatnya oksigen kalah bersaing dengan CO saat berikatan dengan Hb. Kadar oksigen dalam darah akan berkurang, padahal tubuh sangat membutuhkan oksigen untuk proses metabolisme.

Gelaja yang ditimbulkan dari keracunan gas CO antara lain :

- Sesak nafas

- Sakit kepala

- Rasa lelah yang amat sangat

- Pusing

- Mual – mual

- Hilang kesadaran

- Kebingungan

- Otot menjadi lemas

- Kematian

Diagnostik keracunan CO, adanya COHb yang tinggi dalam darah dapat dilihat dari beberapa ciri – ciri : semua organ tubuh mulai paru – paru, jantung, liver, berwarna merah karena pecahnya pembuluh darah dan carboxyhemoglobin berwarna merah terang (bright red) yang terlihat pada kuku – kuku jari, mukosa dan kulit.

Beberapa cara di bawah ini dapat digunakan untuk menganalisis kadar CO dalam darah.

Menggunakan reagent :

Reagent : 10% H2SO4 & 0,1% PdCl2 dalam 0,01 NHCl

(1) Memasukkan 1 ml darah + lar 1 ml 10%H2SO4 dalam outner chamber

(2) Memasukkan 1 ml lar 0,1 % PdCl2 dalam inner chamber

(3) Menutup cell convoy

(4) Mengamati 15’ – 60’ tampak lapisan diatas permukaan inner chamber CO(+)

sensitifitas 10% HbCO apabila (+) dilanjutkan dengan Spectrofotometri UV-VIS

2. 0,2 ml sample diencerkan dengan 25 ml 0,1% lar NH4OH dibagi 3 bagian (A,B,C)

Kode A aliri dengan gas CO selama beberapa menit. Kode B aliri gas 02 selama 10’ untuk menghitung ikatan HbCO atau ambil darah segar (tidak mengandung CO).

Kode C tanpa diberi aliran gas (sample asli) masing-masing ditambah sedikit sodium difluonit dan 10 ml 0,1% NH4OH. Absorbansi masing-masing diamati pada panjang gelombang 540 nm, 579nm



Hubungan antara gejala-gejala dengan COHb darah dapat dilihat berikut:



% COHb


Keluhan atau gejala
< 10 % COHb tidak ada keluhan maupun gejala
10–20% COHb rasa berat dikepala, sedikit sakit kepala, pelebaran pembuluh darah kulit
20–30% COHb sakit kepala menusuk-nusuk pada pelipis
30–40 % COHb sakit kepala hebat, lemah, dizziness, pandangan jadi kabur, nausea, muntah-muntah
40–50 % COHb seperti diatas, syncope, nadi dan pernafasan menjadi cepat.
50–60 % COHb syncope, nadi dan pernafasan menjadi cepat, koma, kejang yang intermitten.
60–70% COHb koma, kejang yang intermitten, depressi jantung dan pernafasan
70–80% COHb nadi lemah, pernafasan lambat, kegagalan pernafasan dan meninggal dalam beberapa jam
80–90 % COHb meninggal dalam waktu kurang dari satu jam
> 90 % COHb meninggal dalam beberapa menit



Memasang alat pendeteksi karbon monoksida di tempat-tempat yang di huni banyak orang.

Memeriksa sistem kendaraan baik mobil pribadi, kereta maupun angkutan umum untuk mengantisipasi kebocoran yang mungkin terjadi.

Meminimalisir penggunaan peralatan yang menggunakan bahan bakar fosil dan menggantinya dengan mesin bertenaga listrik atau baterai.

Melakukan pengujian dan pemantauan karbon monoksida dalam udara secara berkesinambungan di kawasan yang diduga rawan karbon monoksida.

Senantiasa waspada ketika berada dalam ruangan tertutup yang kemungkinan mengandung gas monoksida.

Mengurangi kebiasaan merokok karena apabila tembakau terbakar akan menghasilkan gas karbon monoksida sehingga dapat mengurangi kemampuan darah dalam mengikat oksigen.

disadur dari : netsain.com
foto: genkisehat.blogspot.com